Pelantikan Pejabat Struktural & Stadium General STAI Al-Hamidiyah, Pengasuh Tekankan Peran Pendidikan dalam Menyiapkan Generasi Madura Menghadapi Industrialisasi

STAMIDIYA Jumat, 4 September 2026 21:14 WIB
122x ditampilkan Galeri Headline Slide Header Headline

STAI Al-Hamidiyah Bangkalan Gelar Pelantikan Pejabat Struktural dan Stadium General, Teguhkan Komitmen Menyiapkan Generasi Madura di Era Industrialisasi

Bangkalan, 4 September 2026 — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hamidiyah Bangkalan menggelar pelantikan pejabat struktural periode 2026–2031 yang dilanjutkan dengan Stadium General di Auditorium Al-Hamidiyah, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi STAI Al-Hamidiyah Bangkalan dalam memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus meneguhkan komitmen perguruan tinggi dalam mempersiapkan generasi muda Madura menghadapi perubahan dan tantangan masa depan.

Kegiatan dihadiri oleh jajaran pengelola STAI Al-Hamidiyah Bangkalan, para dosen, mahasiswa, serta Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Prof. Dr. KH. AA. Dahlawie Zarkasyi. Pelantikan pejabat struktural menjadi bagian awal dari rangkaian acara sebelum dilanjutkan dengan Stadium General yang menghadirkan Dr. H. Ali Nurhadi, M.Pd., Kaprodi Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Madura, sebagai narasumber.

Stadium General mengangkat tema mengenai pengembangan karier mahasiswa di era digital, peluang, dan kompetensi masa depan. Tema tersebut dinilai relevan dengan dinamika perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja yang menuntut generasi muda memiliki kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi berbagai peluang baru.

Industrialisasi Madura: Masyarakat Harus Menjadi Pelaku, Bukan Penonton

Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamidiyah menyampaikan gagasan dan cita-cita besar mengenai masa depan Madura di tengah arus industrialisasi. Menurut beliau, perkembangan industri yang mulai masuk dan berkembang di Madura harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Madura.

Masyarakat Madura, lanjut beliau Prof. Dr. KH. AA. Dahlawie Zarkasyi, tidak boleh hanya menjadi penonton dari proses industrialisasi yang berlangsung di tanah kelahirannya sendiri. Sebaliknya, masyarakat Madura harus dipersiapkan agar mampu menjadi pemeran dan pelaku langsung dalam berbagai sektor yang tumbuh seiring dengan perkembangan industri.

“Masyarakat Madura tidak boleh hanya menjadi penonton. Masyarakat Madura harus menjadi pemeran langsung dalam industrialisasi tersebut, sehingga kemajuan Madura dapat dirasakan pertama kali oleh masyarakat Madura sendiri.”

Cita-cita tersebut, menurut beliau, tentu tidak akan terwujud dengan sendirinya. Diperlukan upaya yang sungguh-sungguh, terencana, dan berkelanjutan, terutama dalam mempersiapkan sumber daya manusia Madura yang berkualitas melalui pendidikan.

Dalam konteks tersebut, STAI Al-Hamidiyah Bangkalan memiliki posisi strategis untuk ikut mengambil bagian dalam menyiapkan generasi muda Madura. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter, integritas, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta keberanian mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Pendidikan sebagai Ikhtiar Perubahan

Semangat tersebut sejalan dengan pesan QS. Ar-Ra'd ayat 11:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra'd: 11)

Ayat tersebut menjadi salah satu landasan penting bahwa perubahan dan kemajuan membutuhkan ikhtiar manusia. Kemajuan Madura harus dipersiapkan melalui peningkatan kualitas masyarakatnya, salah satunya melalui pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.

STAI Al-Hamidiyah Bangkalan berkomitmen untuk mengambil bagian dalam ikhtiar tersebut dengan mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku, penggerak, dan pencipta peluang di tengah perkembangan Madura.

Pelantikan pejabat struktural periode 2026–2031 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat langkah kelembagaan dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Dengan kepemimpinan dan tata kelola yang semakin kuat, STAI Al-Hamidiyah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kontribusi kepada masyarakat, serta melahirkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.

Sementara itu, Stadium General memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai dunia karier dan kompetensi masa depan. Perkembangan teknologi digital dan industrialisasi yang semakin cepat menuntut mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam aspek keilmuan, keterampilan, maupun karakter.

Melalui kegiatan ini, STAI Al-Hamidiyah Bangkalan menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi strategis bagi masa depan Madura. Generasi muda Madura harus dipersiapkan sejak sekarang agar ketika industrialisasi berkembang semakin luas, mereka tidak hanya menyaksikan perubahan tersebut, tetapi hadir sebagai bagian penting yang menggerakkan dan menikmati kemajuan di daerahnya sendiri.

Dari Madura untuk Madura, pendidikan menjadi jalan untuk menyiapkan generasi yang mampu menjadi pelaku utama kemajuan.